saat aq berada di anTara dua pilihan, antara kebimbangan dan kesengsaraan menjalani hidup, aku tak sanggup memilih keduanya bimbang harus tetap meradang dan kesengsaraan datang ke kehidupanku secara bertubi-tubi..
penderitaan batin yang bergejolak terasa sesak di dada saat ku putuskan hidup jauh dari orang tua bersama suami pilihan mamah, dan ternyata kesengsaraan di mulai dari situ. ketika aku masih belia dulu tak ada bayangan kehidupan ku akan seperti ini, aku yang cantik jelita di puja banyak kaum adam kini menjadi kurus kering membanting setir kehidupan yang semakin kejam ku rasakan.
aku disini tak mau melihat mamah disana memikirkan ku meskipun keadaan ku sekarang tak layak untuk diceritakan kepadanya, karena sungguh pasti hati seorang ibu akan sakit melihat anak semata wayangnya hidup menderita dengan mengais-ngais belas kasihan orang lain.
(sepenggalan cerita realita, dari narasumber yang sewaktu gadis ia sangat di manja dengan semua pasilitas pemberian orang tuanya, sekarang setelah ia menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya ia hidup sangat memperihatinka.
"tak apa cerita ini dipaparkan yang penting jangan mencantumkan nama!")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar