Betapa hidupku sungguh tak berarti sekarang, penyakit yang mendera tubuh ini membuatku tak berdaya menjalani hidup, penyakit aneh ini datang melalui mimpi. Di dalam mimpiku aku di kejar-kejar seekor ular. Saat ku terbangun, aku tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh pada postur tubuhku, aku berubah seperti layaknya seorang nenek-nenk tua yang umurnya kira-kira 50 tahunan, rambutku memutih, sekujur tubuh tak dapat di gerakan, dan mataku pun tak dapat lagi melihat, ini sungguh aneh, karena usiaku baru saja 21 tahun. Kejadian itu berangsur-angsur, tidak sekaligus aku berubah menjadi seorang nenek tua. Dokter yang menangani ku pun tak tahu penyebab dari penyakitku ini,
Suamiku kini tak lagi mau bersama ku lagi, karena fisikku yang berubah tiba-tiba menjadi seorang nenek-nenek tua setelah hadirnya mimpi buruk itu dalam tidurku. Aku kini hanya bisa berbaring di kasur ditemani oleh ibuku.
Aku, keluargaku dan semua tetangga meyakini bahwa ini penyakit kiriman, semacam santet. Karena tidak mungkin tubuhku tiba-tiba berubah menjadi nenek tua,
Suatu hari, ketika seisi rumah tidak ada.
“Aku yakin aku tidak bermimpi saat ini. Di samping kasur, aku mendengar suara desisan ular. Aku pun berteriak. Ibu….,!! namun tak ada satupun yang menyaut.
Ular itu menggigit bagian kaki kiriku, memancarkan bisa yang membuatku tak bisa bertahan, aku pun terjatuh. Saat ku membuka kedua mataku aku pulih kembali dari penyakit itu, aku terlihat begitu cantik di cermin, aku terlihat bercahaya. Namun aku tidak tahu di mana keberadaan ku sekarang, semua orang tak aku kenali, namun semua orang di sekelilingku saat ini, semuanya ramah tamah, senyum yang mengembang sering aku jumpai. Aku sungguh tak tahu di mana keberadaan aku sekarang, kenapa disini tak ada ibu, tak ada keluargaku dan tak ada semua tetangga-tetanggaku, aku disini malah sering berjumpa dengan kakek dan nenek buyutku, di mana aku sekarang.
Aku pun bertanya kepadanya,
“Kek, di mana kita sekarang kek, mana ayah dan ibu, adik-adik dan mana semua tetangga kita?
Kakek tak menjawab pertanyaan ku,
Di suatu malam, aku mendengar suara ibu membacakan surat yassin, aku yakin itu suara ibu. Dalam penglihatanku, semua keluargaku mengaji saat itu ayah, ibu dan adik-adikku namun kenapa aku tak ada distu? Aku masih saja heran,
Ada pula yang menangisiku, “Fitri maafkan aku, maafkan semua kesalahan yang telah aku perbuat terhadapmu”.
Aku yakin itu suara suamiku, kenapa dia menangis, bukankah dia telah meninggalkan ku karena aku berubah wujud menjadi seorang nenek-nenek tua, karena mungkin aku sekarang sudah pulih, maka suamiku ingin meminta maaf dan ingin kembali membina rumah tangga itu, aku sungguh tidak mengerti dengan keadaan ku saat ini, terakhir… aku di gigit ular setelah itu aku tidak tahu keberadaanku, jika aku di bawa ke rumah sakit, pada saat sadar aku pasti berada di sana namun aku tidak berada di ruam sakit saat sadar, malah aku berada di tempat yang sama sekali tidak aku kenal, aku pun tak bertemu dengan keluargaku, aku malah bertemu dengan kakek dan nenek buyutku yang dalam ingatan ku mereka sudah meninggal, di manakah aku saat ini?
Anehnya aku dapat berkumpul bersama keluargaku di rumahku sendiri, namun entah mengapa semua keluargaku tidak menyadari jika aku berada bersama mereka. Di samping ibu,
Aku sungguh bingung, saat aku tidak dapat memeluk ibu ku ketika ibu ku menangis dan memanggil-manggil namaku, apakah aku sudah….., tidak, tidak mungkin!
Lili Awaliyah
Selasa 20 April 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar