Rabu, 29 September 2010

bukan tipuan


tak pelak mulut berkata
begitupun dalam hati mengikutinya
tak dapar dipungkiri
hati teriris-iris iri


semua itu menjadikannya kekuasaan
hingga membuat iba batin
terasa sesak rongga-rongga dada
tak mampu lagi bernapas bila tanpanya

kau bagaikan raja bagi setiap insan
kau pun disebut-sebut nomor satu didunia ini
meski sebenarnya kau sukar tuk dimiliki
namun kau jadi rebutan

Selasa, 28 September 2010

tanah suci mekkah


Ketika mendengar seorang dosen di kampus bertanya apa cita-cita kalian? Yang ada di hadapan aku menjelmalah sosok ibu yang jauh di sana. Di kampung halaman tercinta.
Tak pernah aku duga sebelumnya.
untuk kali ke dua ada orang yang menanyakan hal itu kepadaku. mengenai cita-cita aku sendiri bingun ke mana sebenarnya arah cita-cita ku. Karena terlalu banyak harapan yang ingin aku raih dan khayalan itu yang memanggil-manggil ku untuk menghampirinya..

Khayalan ketika mendidik anak murid, layaknya menjadi seorang guru.
Khayalan ketika menjadi seorang pengusaha wantita yang sukses.
Khayalan menjadi sastrawan karena pada saat ini saya sebagai mahasiswa sastra.
Dan banyak lagi yang membuai pikiran ini!

Cita-cita dan impian..
"Impian adalah solarnya cita-cita, layaknya motor jika tidak di beri solar maka motor tersebut tidak bisa berjalan. begitupun dengan cita-cita, jika kita tidak mempunyai impian tidak ada pemacu untuk mencapai cita-cita"

Satu persatu mahasiswa dan mahasiswi di tanya, akhirnya giliranku!

Aku tak kuasa membendung tangisku, ketika giliranku di tanya soal impian,sosok ibu menjelma di hadapanku, seolah-olah beliau berkata beliau ingin pergi haji.
"memang itu yang sering ibu bicarakan kepadaku, satu-satunya keinginan terbesar ibu adalah berangkat haji"

dengan terbata-bata... "a,aku ingin memberangkatkan haji kedua orang tua ku,... air mataku mengalir deras di pipi, dengan muka merah aku meneruskan pembicaraan, "karena mereka sudah sangat menginginkannya...."

aku sungguh tidak kuat lagi melanjutkannya, meskipun sebenarnya sangat banyak yang ingin saya sampaikan.




NB: "mamah selalu berpesan padaku, jika mamah tua nanti beliau menitipkan adik-adik supaya saya bisa menyekolahkannya!




holy land mecca

When hearing a lecturer on campus asking what ideals you? That is before I visible mother figure far over there. In the beloved hometown.
I never thought before.
for the second time someone asked me that. about the ideals I myself confused to where exactly the direction my ideals. Because too many expectations that I want to accomplish and fantasies that are calling me for to him ..

Fantasizing while educating students, like being a teacher.
Fantasy when it becomes a successful businessman wantita.
Fantasy become writers because at this time I as a student of literature.
And many more that cradles this mind!

The ideals and dreams ..
"Dreams like diesel ideals, like a motor if not given then the diesel motor is not able to walk. The same goes with the ideals, if we do not have dreams do not have boosters to achieve the ideal"

One by one student and the student in question, finally my turn!

I could not stem the tears, when my turn on the question about the dream, the mother was transformed in front of me, as if he said he wanted to go to Hajj.
"Indeed it is often the mother talked to me, the only mother's greatest desire is to go on a hajj"

haltingly ... "A, I want to dispatch a second hajj my parents ... my tears flowed freely on the cheek, with a red face I continued the conversation," because they already want it ...."

I was not strong anymore to continue, although in fact very much that I want to convey.


NB: "mother always told me, if old mother later he left the brothers so that I can pay for school my brothers"

Jumat, 24 September 2010

Seperti menjilat ludah sendiri

Tak pelak kita menolak, tak pelak kita tidak menerima kembali.

Suatu ketika datanglah saudagar kaya, yang membutuhkan pertolongan untuk mengelola bisnisnya di daerah si A, membuat cabang baru di daerah kamboja (sebutlah nama samarannya)katanya, dengan sepenuhnya mempercayai si A.

Si A adalah karyawan saudagar kaya tersebut, karena merasa ingin menolong dan bersikap baik terhadap saudagar kaya tersebut si A menyanggupinya, setelah bebrapa lama cabang di daerah kamboja maju pesat berkat bimbingan si A, terhadap karyawa-karyawan berhubungan baik, ternyata saudagar kaya tersebut merasa tersaingi.. tanpa alasan yang kuat saudagar kaya itu mendadak ingin pindah ke daerah kamboja ingin bahwa pabriknya hanya satu di kelola oleh saudagar kaya itu saja.

karena si A merasa tak punya modal sedikit pun atas pabrik yang ia jalankan, si A meng iya kan saja apa keinginan bosnya yang kurang bisa mendidik karyawannya.

Setelah pabrik yang didirikan di dekat rumah karyawan si A berjalaln setahun, ternyata pabrik berjalan seret... tak da satupun karyawan yang ingin berrelasi dengannya.
Namun, memang namanya pabrik baru. ketika baru-baru pindah memang banyak karyawan yang melamar pekerjaan terhadap pabrik tsb. si bos pun semakin besar kepala, dia merasa pabrik yang ia jalankan akan sukses tanpa bantuan si A. Namun karyawan mana yang betah terhadap perilaku bos yang egois.

Bagaimana jadinya sebuah pabrik tanpa seorang karyawan, tak ada produsen.
Dengan muka yang tebal si bos menghampiri si A, untuk mencarikan produsen dan bersedia mengantarkan barang setengah jadi untuk di olah di rumah si A.

Bos yang bermuka tebal, bermuka tembok, menjilat ludah sendiri!

Rabu, 22 September 2010

lowongan pekerjaan

Home industri yang terletak di daerah bogor sentul babakan cikeas gang waluh. yang bergerak di bidang makanan ringan sedang membutuhkan karyawan tetap sebagai produser.
karyawan borongan tergantung dari kecepatan kita bekerja, apabila kerja kita cepat maka pundi-pundi uang yang mengalir ke saku celana kita tentu akan banyak, begitu pun sebaliknya jika kerjaan kita lelet maka uang yang dihasilkan akan lelet juga masuk ke rekening kita.

(becanda........... semua yang saya bicarakan di atas sangat berlebih-lebihan, home industri ini sangat maju dan menghasilkan, omset menjanjikan tentu bagi bosNya, namun pekerjaan ini di khususkan untuk ibu-ibu karena cara bekerjanya pun membungkus makanan ringan tersebut dengan gaji per/bungkus sekian perak, lumayan lah untuk membeli bumbu dapur jia harga sekian bungkus dikalikan perminggu)

kenapa iklan ini di muat, karena pasokan barang yang sangat sulit didapatkan karena produsen (pembungkus makanan ringan ini) sangat langka!

contact person : dewa_liliawaliyah@yahoo.co.id

mereka bilang, Guna-guna

Indonesia memang terkenal mistik, itulah kekayaan negeri kita. tapi saking percayaNya dengan hal-hal mistik sampai-sampai kataNya, candi borobudur sempat ditentang sebagai sembilan keajaiban di dunia karena mitosNya candi tersebut di bangun oleh bangsa jin.. sungguh sangat menyayangkan bila hal tersebut diyakini.
Memang semua terlihat dan terasa kental jiwa mistiknya.

seorang wanita kaya menikah dengan pemuda biasa saja,
bertahun-tahun mereka membina rumah tangga. namun ternyata di di setiap kesuksesan mereka berdua ada yang merasa iri terhadap mereka sehingga di gosipkanlah mereka, bahwa sang suami ternyata mengguna-gunai istrinya supaya semua harta benda yang si istri punya beralih tangan kepada suaminya, namun si istri tidak sedikitpun merasa di guna-guna, yang lebih menyayangkan gosip itu di sebarkan di dalam keluarganya oleh keluarganya sendiri.

semua itu beralasan katanya, mereka mengetahui hal itu dari orang yang kemasukan orang yang sudah meninggal dunia kemudian ia menjelma.

hahaha..........hahaha

percaya dengan hal semacam itu!!
menanti di beranda hujan...
(waiting in the rain veranda...)

Senin, 20 September 2010

penyakit aneh itu

Betapa hidupku sungguh tak berarti sekarang, penyakit yang mendera tubuh ini membuatku tak berdaya menjalani hidup, penyakit aneh ini datang melalui mimpi. Di dalam mimpiku aku di kejar-kejar seekor ular. Saat ku terbangun, aku tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh pada postur tubuhku, aku berubah seperti layaknya seorang nenek-nenk tua yang umurnya kira-kira 50 tahunan, rambutku memutih, sekujur tubuh tak dapat di gerakan, dan mataku pun tak dapat lagi melihat, ini sungguh aneh, karena usiaku baru saja 21 tahun. Kejadian itu berangsur-angsur, tidak sekaligus aku berubah menjadi seorang nenek tua. Dokter yang menangani ku pun tak tahu penyebab dari penyakitku ini,

Suamiku kini tak lagi mau bersama ku lagi, karena fisikku yang berubah tiba-tiba menjadi seorang nenek-nenek tua setelah hadirnya mimpi buruk itu dalam tidurku. Aku kini hanya bisa berbaring di kasur ditemani oleh ibuku.
Aku, keluargaku dan semua tetangga meyakini bahwa ini penyakit kiriman, semacam santet. Karena tidak mungkin tubuhku tiba-tiba berubah menjadi nenek tua,

Suatu hari, ketika seisi rumah tidak ada.
“Aku yakin aku tidak bermimpi saat ini. Di samping kasur, aku mendengar suara desisan ular. Aku pun berteriak. Ibu….,!! namun tak ada satupun yang menyaut.
Ular itu menggigit bagian kaki kiriku, memancarkan bisa yang membuatku tak bisa bertahan, aku pun terjatuh. Saat ku membuka kedua mataku aku pulih kembali dari penyakit itu, aku terlihat begitu cantik di cermin, aku terlihat bercahaya. Namun aku tidak tahu di mana keberadaan ku sekarang, semua orang tak aku kenali, namun semua orang di sekelilingku saat ini, semuanya ramah tamah, senyum yang mengembang sering aku jumpai. Aku sungguh tak tahu di mana keberadaan aku sekarang, kenapa disini tak ada ibu, tak ada keluargaku dan tak ada semua tetangga-tetanggaku, aku disini malah sering berjumpa dengan kakek dan nenek buyutku, di mana aku sekarang.
Aku pun bertanya kepadanya,
“Kek, di mana kita sekarang kek, mana ayah dan ibu, adik-adik dan mana semua tetangga kita?
Kakek tak menjawab pertanyaan ku,

Di suatu malam, aku mendengar suara ibu membacakan surat yassin, aku yakin itu suara ibu. Dalam penglihatanku, semua keluargaku mengaji saat itu ayah, ibu dan adik-adikku namun kenapa aku tak ada distu? Aku masih saja heran,
Ada pula yang menangisiku, “Fitri maafkan aku, maafkan semua kesalahan yang telah aku perbuat terhadapmu”.
Aku yakin itu suara suamiku, kenapa dia menangis, bukankah dia telah meninggalkan ku karena aku berubah wujud menjadi seorang nenek-nenek tua, karena mungkin aku sekarang sudah pulih, maka suamiku ingin meminta maaf dan ingin kembali membina rumah tangga itu, aku sungguh tidak mengerti dengan keadaan ku saat ini, terakhir… aku di gigit ular setelah itu aku tidak tahu keberadaanku, jika aku di bawa ke rumah sakit, pada saat sadar aku pasti berada di sana namun aku tidak berada di ruam sakit saat sadar, malah aku berada di tempat yang sama sekali tidak aku kenal, aku pun tak bertemu dengan keluargaku, aku malah bertemu dengan kakek dan nenek buyutku yang dalam ingatan ku mereka sudah meninggal, di manakah aku saat ini?

Anehnya aku dapat berkumpul bersama keluargaku di rumahku sendiri, namun entah mengapa semua keluargaku tidak menyadari jika aku berada bersama mereka. Di samping ibu,
Aku sungguh bingung, saat aku tidak dapat memeluk ibu ku ketika ibu ku menangis dan memanggil-manggil namaku, apakah aku sudah….., tidak, tidak mungkin!

Lili Awaliyah
Selasa 20 April 2010

Minggu, 19 September 2010

1 syawal 1431 H

Sebelum bulan suci ramadhan tiba saya sudah berada di kampung halaman tercinta "majalengka" tepatnya pada tanggal 26 juli 2010 saya menuju kampung halaman setelah selesai melaksanakan ujian akhir semester.
Rencananya mudik tersebut hanya akan sebentar saja, namun dikarenakan banyak halangan dan rintangan mengenai keuangan. sampai kahirnya saya berramadhan di kampung di tambah musibah datang menyertai keluarga kami, om.. adik mamah meninggal dunia.
Ramadhan kali ini terasa biasa saja di bandingkan dulu tiga hari menjelang lebaran saya baru mudik namun ini dari pertama ramadhan saya sudah berada di kampung halaman, mungkin itu yang menyebabkan semua terkesan biasa saja.
ketika gema takbir bergema tidak ada perasaan yang dulu ketika bocah merasakan idul fitri, karena begitu banyak beban yang tersimpan dalam otak..(mungkin)
samapai setelah idul fitri usai saya masih belum bisa merasakan rasa idul fitri, mungkinkah ini ajab untuk ku? (tanyaku dalam hati)

Sabtu, 18 September 2010

kecewa..

Biarkan aku mencaciNya hanya dalam hati saja
karena jika ku cabik-cabik batu karang yang kuat dan perkasa itu, hanya akan menghasilkan kerikil-kerikil tajam yang mengucurkan darah dari jari-jari lentikku.
Akan aku biarkan batu karang itu membuat lekunganNya sendiri oleh tetesan demi tetesan air yang mengucurinya , hingga ia tak berwujud

in pangandaran..



teLenTang Tidur di Tepian ombak di panTai puTih yang keruh bergemuruh bergejolak dalam baTin, Tanpa sehelai kain..
TerdengaR debur ombak mengajak dan menarik quuntuk ikuT denganNya


menanti di beranda hujan......
(waiting on the porch of the rain ......)